Jumat, 08 Maret 2013

TANAMAN PEPAYA

Pepaya (Carica papaya) adalah tanaman yenang mudah tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia, tentu saja termasuk di halaman rumahku. Nggak tahu kapan makannya tuh pepaya, tahu-tahu udah banyak yang tumbuhh di halaman belakang rumah. Sudah beberapa pohon pepaya yang tumbuh, buahnya selalu bulat dan kecil-kecil. Isi dalamnya kuning tetapi tidak berbau "langu". Nah..... ini dia, pepaya yang ditunggu-tunggu, buahnya besar-besar dan isi dalamnya berwarna oranye tua.
Sebelum tahu manfaatnya, kita lihat dulu klasifikasinya yuuuk.

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Brassicales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: C. papaya

Manfaat pepaya dapat kita tinjau dari :
1. Buahnya.
    Pepaya merupakan sumber vitamin C, vitamin E dan beta-karoten, tiga antioksidan yang sangat kuat. Vitamin-vitamin ini membantu mencegah oksidasi kolesterol. Kolesterol yang teroksidasi dapat menempel dan menumpuk di dinding pembuluh darah, membentuk plak berbahaya (aterosklerosis) yang akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Buah pepaya dapat dimakan mentah (untuk sayuran), mengkal (dirujak) dan matang (pencuci mulut atau dibuat es buah .... segeeer). Tetapi pepaya matang lebih tinggi kandungan vitamin c nya dibandingkan yang masih mentah dan mengkal, selain itu yang buah pepaya  mentah atau mengkal  masih mengandung getah yang dapat membuat gatal pada bibir.
    Buah pepaya juga merupakan obat alami yang manjuuur untuk mengatasi sembelit. Hal ini karena kandungan seratnya yang tinggi. Pengalamanku saat melahirkan anak pertama menjadi pelajaran karena setelah melahirkan aku mengalami sembelit yang cukup parah sehingga aku terpaksa meminum obat untuk memudahkan BAB. Tetapi yang terjadi adalah aku malah mengalami gangguan perut karena terlalu tergantung pada obat. Setelah hamil anak kedua dan ketiga, aku rajin mengkonsumsi pepaya baik saat hamil maupun pasca melahirkan. Alhamdulillah, ketakutanku akan terjadi sembelit tidak terjadi.

2. Daunnya
     Daun pepaya memang memiliki rasa pahit. Tetapi menurutku rasa pahit daun pepaya lebih enak dibandingkan rasa pahit buah pare (paria). Walaupun rasanya pahit, tetapi khasiatnya sangat manis. Diketahui bahwa daun pepaya memiliki banyak khasiat untuk menjaga kesehatan dan membantu mengobati beberapa penyakit. O iya, aku masih ingat kalau papaku dulu sangat suka meminum air rebusan daun pepaya, untuk menurunkan tekanan darahnya,
Nah, beberapa manfaat daun pepaya :
- menstabilkan tekanan darah
- menambah nafsu makan
- mencegah kanker
    Daun pepaya dapat dimakan mentah , direbus atau ditumis (hmmm sedaap)
3. Bunganya
Bunga pepaya memiliki karakteristik rasa yang pahit sama seperti daunnya. Hal ini disebabkan oleh kandungan Alkaloid Carpein atau C14H25No2. Senyawa ini ditemukan oleh Dr. Carpein di tahun 1980. Berdasarkan penelitian lanjutan, diketemukan fakta bahwa zat alkaloid carpein ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Dengan demikian, salah satu khasiat bunga pepaya adalah membantu penyembuhan penyakit jantung.
Selain mengandung senyawa alkaloid carpein, bunga pepaya juga diketahui mengandung tanin, steroid, flavanoid, triterpenoid, serat alami dan juga karbohidrat. Berdasarkan uji klinis, ternyata senyawa yang terdapat dalam bunga pepaya ini sangat ampuh melumpuhkan pengaruh radikal bebas di dalam tubuh manusia dan juga membersihkan darah.
    Nah, jadi jangan ragu-ragu untuk mengkonsumsi buah, daun atau bahkan bunga pepaya. Karena banyaknya khasiat yang terkandung di dalamnya.

sumber : Dari berbagai sumber

Minggu, 03 Maret 2013

Tentang SURAT AL INSYIRAH


              Aku sama sekali tidak  memiliki kapasitas untuk membahas apalagi menafsirkan ayat Al Quran. Tetapi aku hanya akan berbagi pengalaman tentang salah satu surat dari 114 surat yang ada di Al Quran, yaitu surat Al Insyirah.



  
 أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (1) وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (2) الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (3) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (4) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)
Artinya :
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,(1) Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu,(2) yang memberatkan punggungmu? (3) Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(6) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(8)”

          Saat aku hamil anakku yang pertama, seorang rekan yang sama-sama bertugas sebagai guru di sekolah yang lumayan jauh dari kota kabupaten memberikan anjuran untuk rajin membaca surat Al Insyirah ini. Dia adalah seorang guru Pendidikan Agama Islam. Tetapi tidak hanya dibaca, dia mengatakan bahwa saat usia kehamilan memasuki 6 atau 7 bulan suami rajin-rajinlah membaca surat Al Insirah sebanyak 3 kali sambil mengusap peut istri. Hal tersebut dilakukan sampai saatnya akan melahirkan. "Insya Allah, tidak ada kesulitan nanti kalau akan melahirkan, insya Allah mudah saat melahirkan nanti ", katanya. Aku sampaikan hal itu kepada suamiku, alhamdulillah suamiku tidak keberatan melakukannya. Akhirnya, sejak kehamilanku memasuki usia 6 bulan, setiap malam sebelum tidur, suami tidak lupa membaca surat Al Insyirah sambil mengusap perutku. Kalau suami lupa, aku mengingatkannya " Yah, belum dibacain nih",
        Alhamdulillah, proses kelahiran anak pertamaku berjalan mudah dan lancar. Aku sama sekali tidak merasa sakit yang lama, karena pada pagi hari tanggal 16 Agustus 2003 , saat aku buang air kecil kulihat ada tanda-tanda , aku merasa harus periksa ke bidan. Dengan berjalan kaki diantar suami jam 7 pagi , aku memeriksakan diri. Hasilnya, aku tidak lama lagi akan melahirkan .... duuuh, mana belum bawa persiapan apa-apa. Alhamdulillah jam 8 pagi aku melahirkan anak pertamaku, perempuan.
        Hamil ke-2 dan ke-3, suami tetap melakukan hal yang sama yaitu membaca surat Al Insyirah sebelum tidur sambil tidak lupa mengelus perutku. Alhamdulillah, proses persalinan kedua anakku pun berjalan sangat mudah dan lancar. Sehingga aku tidak merasakan perbedaan antara melahirkan anak perempuan atau anak laki-laki, karena mereka bertiga kulahirkan sama mudahnya.
       Surat Al Insyirah apabila dilihat dari artinya apabila kita sungguh-sungguh yakin pada kekuasaan Allah, bahwa benar setelah menghadapi kesulitan pasti ada kemudahan. Sungguh aku dan suami meyakini, dengan keyakinan dan kesungguhan maka Allah SWT akan selalu memberikan kita kemudahan di akhir kesulitan yang kita hadapi.
       Bagi yang ingin mengetahui kandungan QS Al Insyirah silahkan baca di : Kandungan QS Al Insyirah